Langsung ke konten utama

Postingan

Katekese Dasar

Bagian Pertama: Katekese Dasar 1.1 Beberapa Materi Pokok dalam Matakuliah Katekese Dasar 1.1.1   Pengertian Dasar Katekese Katekese berasal dari kata benda bahasa Yunani katēchēsis; katēchein dengan akar katanya, kat (keluar/ke arah luar) dan echo (gema/gaung). Dengan demikian, secara etimologis, katekese berarti suatu gema yang diperdengarkan atau disampaikan ke arah luar berupa pengajaran lisan yang sistematis. Dalam ruang lingkup kegiatan pastoral, istilah katekese diartikan sebagai karya gerejani, yang menghantarkan kelompok maupun perorangan kepada iman yang dewasa (DKU. 21). Meskipun terpadu dengan karya-karya pastoral Gereja yang lain, kekhasan katekese, yakni sebagai inisiasi, pendidikan, dan pembinaan, tetap dipertahankan (DKU. 31). Dalam beberapa dokumen gereja, seperti Evangelii Nuntiandi (artikel 44), katekese menjadi sarana evangelisasi yang tidak boleh diabaikan, apalagi katekese sendiri berisikan wahyu Allah, misteri Allah dan karya-karya-Nya yang menyela...

Tafsir Injil Markus

Sumber: Leks, Stefan. Tafsir Injil Markus . Yogyakarta: Kanisius, 2002. Injil yang Dilupakan Injil markus disepelekan berabad-abad lamanya sebab isinya dipandang sebagai semacam ringkasan injil Matius semata-mata. Sering dikatakan bahwa hampir seluruh injil markus dapat ditemukan dalam injil Matius ataupun Lukas. Akibatnya, bacaan-bacaan khas Injil Markus pun dianggap kurang berbobot. Boleh dikatakan bahwa Injil Markus “ditemukan kembali” baru pada abad XIX dan langsung dihargai sebab dianggap sangat historis. Pada abad ini mulai berkembang ilmu penyelidikan redaksi yang berhasil menyadarkan para ahli bahwa Injil Markus sangat berharga bukan karena tersusun sebelum Injil Matius dan Lukas, bukan juga karena urutan peristiwa yang diceritakannya lebih kronologis, melainkan karena penulisnya sungguh-sungguh seorang yang jenius. Ia menciptakan sebuah dokumen Kristen tanpa memiliki contoh-contoh yang serupa. (halaman 12) Tahun Tersusunnya Injil Markus      ...

Nasib Agama Lokal di Indonesia

Agama Lokal di Indonesia: Tantangan seputar Kebebasan Beragama Pengantar Indonesia merupakan Negara pluralistik. Tingkat kemajemukan masyarakatnya sangat tinggi. Pluralitas agama hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan realitas keberagaman itu. Dalam hal ini, pluralitas agama mengindikasikan adanya kebebasan beragama di Indonesia. Kebebasan beragama itu bahkan telah diatur dalam sistem perundang-undangan Negara, sehingga mendapat sokongan dan jaminan penuh dari pemerintah. Akan tetapi, fakta bahwa pemerintah hanya mengakui enam agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu) sebagai agama resmi yang harus dianut masyarakat warga, membangkitkan tanda tanya besar terhadap kebijakan kebebasan beragama yang berlaku di Indonesia. Terkait persoalan ini, beberapa pertanyaan problematis pun muncul. Bukankah dengan penggunaan istilah “resmi” pada agama, secara tidak langsung hendak diungkapkan bahwa kebebasan beragama sesungguhnya belum diakui di Indonesia? Lagipula keen...